Selain Indonesia, Inilah Beberapa Negara yang Melarang Permainan Judi

Selain Indonesia, Inilah Beberapa Negara yang Melarang Permainan Judi. Adanya kecanggihan teknologi dan kemajuan internet, membuat perkembangan judi terus terjadi. Di mana, saat ini permainan judi sudah mulai bisa diakses dengan mudah melalui internet. Bahkan, judi online semakin diminati, karena terdapat banyak bonus dan hadiah lain yang menggiurkan.

Keberadaanya yang terus semakin dikenal, membuat beberapa situs dari permainan ini kerap mengadakan event atau tournament untuk para pemainnya. Hanya saja, dibalik ketenaran nya ini, permainan judi mendapat respon negatif dari beberapa negara. Salah satunya adalah Indonesia. Di Indonesia, permainan judi mengalami pasang surut (legal dan ilegal). Namun sampai saat ini, jumlah pemainnya malah meningkat.

Unsur-Unsur Permainan Judi

Segala aturan yang menyebutkan tentang larangan bermain judi mencakup seluruh permainan. Di mana, terdapat unsur-unsur judi dalam permainannya. Adapun unsur-unsur permainan judi adalah sebagai berikut:

Terdapat Permainannya

Unsur pertama terdapat dalam judi adalah adanya permainan. Di mana, permainan yang dimaksud bisa dimainkan oleh kedua belah pihak. Umumnya, permainan judi memang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Namun, bukan berarti semua permainan yang berjumlah 2 orang atau lebih pemain dikatakan sebagai judi. Ada beberapa unsur lain yang bisa diidentifikasi bahwa permainan tersebut merupakan judi.

Terdapatnya Pertaruhan

Unsur kedua yang bisa mengidentifikasi apakah permainan tersebut judi atau bukan bisa dilihat dari adanya pertaruhan atau tidak. Larangan bermain judi dimaksudkan pada sebuah permainan yang terdapat unsur pertaruhan di dalamnya. Besaran dari pertaruhannya pun sangat beragam. Umumnya, semakin banyak uang yang ditaruhkan Keluaran Sydney Hari Ini dalam permainan tersebut, semakin banyak pula uang yang didapatkan.

Terdapat Keuntungan

Seperti yang disinggung di atas, besarnya taruhan bisa berpengaruh terhadap besarnya keuntungan yang didapat. Di mana, unsur terakhir ini adalah adanya keuntungan. Besar atau kecilnya keuntungan yang didapat, tetap saja dari hasil permainan judi. Sebuah permainan bisa diktakan judi, jika mencakup tiga unsur di atas.

Pelegalan Judi di Indonesia

Sebelum adanya larangan bermain judi, Indonesia pernah melegalkan permainan ini. Adapun beberapa tahap atau permainan yang dilegalkannya adalah sebagai berikut.

Undian Berhadiah (1960)

Pada tahun 1960, terjadi perkembangan jenis undian berhadiah legal. Yayasan rehabilitasi sosial merupakan yayasan yang mengeluarkan undian berhadiah ini. Undian berhadiah dipilih untuk menutupi kekurangan dana dari yayasan tersebut. Di mana, pengundiannya rutin dilakukan satu bulan sekali. Hadiah terbesar dari undian tersebut bernilai Rp. 500.000.

Namun, sebelum adanya larangan bermain judi, justru malah membuat undian berhadiah terus berkembang dengan pesat. Hal ini membuat hadirnya jenis permainan judi baru beredar di masyarakat. Permainan judi tersebut bernama lotere buntut. Cara bermainnya pun sangatlah mudah, pemain hanya perlu menebak dua angka terakhir pada undian berhadiah di atas.

Nasional Lotere atau NALO

Setelah berkembang pesatnya undian berhadiah, ibu kota geger dengan adanya pelegalan permainan lotere oleh Gubernur pada saat itu. Di mana, dasar dari pelegalannya mengacu pada undang-undang no.11 tahun 1957 tentang tanggung jawab pemerintah terhadap daerahnya sendiri. Adanya peresmian atau pelegalan dari permainan ini menuai banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Kupon Sumbangan Sosial Berhadiah (1978)

Semakin maraknya permainan judi, tentunya sangat menguntungkan bagi pemerintah dan pihak terkait. Hanya saja, presiden Soekarna menilai bahwa permainan ini bisa merusak moral bangsa. Oleh sebab itu, presiden mengeluarkan keppres yang berisikan tentang larangan bermain judi dan semua musik yang merusak moral bangsa. Adanya keppres ini membuat undian berhadiah dan yayasan rehabilitasi sosial ditutup.

Hanya saja, sebenarnya yayasan ini tidak benar-benar ditutup, hanya berganti nama saja. Di mana, namanya menjadi Badan Usaha Undian Harapan yang memiliki program undian dalam kedok sumbangan dermawan. Kupon yang dibagikannya tersebut, biasanya diundi setiap dua minggu sekali. Undian tersebut bisa mencapai omset hingga lebih dari 1 triliun rupiah setiap tahunnya.

Porkas (1985)

Porkas atau pekan olahraga dan ketangkasan ini merupakan jenis permainan judi lain yang dilegalkan oleh pemerintah. Perjudian ini berada di ranah olahraga. Pada saat itu, pemerintah menganggap bahwa porkas bukanlah undian hadiah berbau judi. Di sini, pemain hanya perlu menebak menang, kalah atau seri. Hanya saja, banyak yang menentang permainan ini, hingga larangan bermain judi pun dikeluarkan.

Pelarangan Judi di Indonesia

Sebenarnya, pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan beberapa aturan terkait pelarangan judi. Pelarangan dari permainan judi diawali dengan Undang-Undang No.7 tahun 1974. Undang-undang ini menjelaskan tentang penertiban perjudian. Bahkan, di dalamnya juga dijelaskan tentang penghapusan segala aspek perjudian. Kemudian, ada undang-undang hukum pidana pasal 303 KUHP yang memuat tentang hukuman penjara dan denda bagi para pemain, penyedia, dan pemilik.

Sementara itu, aturan larangan permainan judi pun tertuang dalam undang-undang hukum pidana pasal 303 bis KUHP. Pasal ini merupakan kelanjutan dari pasal sebelumnya. Di mana, di dalamnya terdapat hukuman penjara dan denda terhadap seseorang yang bermain judi di tempat umum bersama banyak orang. Terakhir, ada undang-undang no.11 tahun 2008 pasal 27 UU ITE yang mengatur tentang hukuman penjara atau denda bagi para penyedia atau pemain judi online.

Negara yang Melarang Permainan Judi

Selain Indonesia, ada beberapa negara yang melarang praktik permainan judi, diantaranya adalah sebagai berikut:

Vatikan

Negara yang terletak di benua Eropa ini memiliki penduduk yang mayoritasnya beragama Kristen Katolik. Di negara ini kebanyakan penduduknya terikat dengan agama dan akses judi pun tidak berkembang. Hal ini dikarenakan besarnya rasa takut terhadap Sang Pencipta.

Pakistan

Negara lain yang memiliki larangan bermain judi adalah Pakistan. Di negara ini, permainan judi sangat dilarangkan. Jika pun ada seseorang yang bermain judi dan ketahuan, maka akan dijatuhi hukuman yang sangat berat.

Bhutan

Negara yang berdekatan dengan China dan India ini melarang keras adanya permainan judi. Namun, hanya satu permainan judi yang diperbolehkan, yaitu lotere. Jika ada penduduk yang memainkan judi selain lotere, maka akan mendapatkan hukuman. Di mana, hukuman minimalnya adalah hukuman penjara selama 1 bulan.

Kepulauan Cayman

Negara yang berbentuk pulau kecil ini memiliki aturan larangan bermain judi sangat tegas. Di mana, hukuman yang diberikan adalah membayar denda sebesar $10. Namun, beberapa pelanggar ada yang mendapatkan hukuman berkali lipat. Seperti, hukuman dua bulan kurungan penjara. Sementara, bagi orang yang menjalankan operasi perjudian ini, akan dikenakan denda hingga $400-$5.000 dan hukuman penjara selama 2 tahun.

Berbagai larangan bermain judi terus diupayakan untuk bisa ditegakkan. Hal ini tidak lain adalah untuk menyelamatkan moral bangsa. Selain itu, ada banyak dampak negatif yang bisa didapatkan dari bermain judi, salah satunya adalah tindak kriminalitas. Oleh sebab itu, tidak disarankan untuk bermain judi, apalagi jika sampai kecanduan